{"id":1057,"date":"2023-05-11T16:59:57","date_gmt":"2023-05-11T09:59:57","guid":{"rendered":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/?page_id=1057"},"modified":"2023-07-06T16:11:28","modified_gmt":"2023-07-06T09:11:28","slug":"destinasi-wisata-di-turkiye","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/?page_id=1057","title":{"rendered":"Turkiye"},"content":{"rendered":"<h2>DESTINASI WISATA &#8211; WISATA DI TURKI &amp; PUSAT PEMBELANJAAN OLEH &#8211; OLEH<\/h2>\n<h3>ISTANBUL<\/h3>\n<h4>1. AYYUB AL ANSARI MOSQUE<\/h4>\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1264\" src=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/AYYUB-MOSQUE.jpg\" alt=\"\" width=\"372\" height=\"298\" \/>\n\n\n\n\n<p>Eyup Sultan<\/p>\n<p>Eyup Baginda merupakan area lama di Istanbul, yang mengutip namanya dari anak didik Rasul Muhammad SAW, Abu Ayyub al- Ansari. Ia dipercayai sudah tewas dekat tahun 670 Meter sepanjang blokade Arab awal di Konstantinopel.<\/p>\n<p>Kuburan Abu Ayyub al- Ansari lenyap sampai Baginda Ottoman Mehmet menaklukkan Istanbul pada tahun 1453. Pada pentahbisan pertamanya, Mehmet menginstruksikan tentaranya buat menciptakan kuburan itu. Bagi hikayat, guru Baginda Ak Shemsul- din berangan- angan mengenai posisi kuburan. Dikala digali, batu batu kubur bertuliskan\u201c Kuburan Khalid bin Zaid Abu Eyyub Al- Ensari\u201d ditemui. Suatu mausoleum setelah itu dibentuk di atas makam serta suatu langgar yang bersebelahan dengannya. Ini merupakan langgar awal yang dibentuk sehabis penawanan Ottoman di Istanbul. Baginda Mehmet berikutnya membuat suatu perguruan serta kolam renang Turki di dalam kantung itu. Area itu diberi julukan&#8221; Ey\u00fcp Baginda&#8221; serta diganti jadi alam yang menunjukkan bukti diri kebatinan kota. Langgar jadi simbol sosial politik sepanjang masa Ottoman. Apalagi seremoni penobatan kaisar Ottoman terkini diadakan di mari.<\/p>\n<p>Sampai dikala ini area itu mempunyai atmosfer kebatinan yang amat pekat. Pepohonan berumur beratus- ratus tahun, sekumpulan merpati yang tidak tahu khawatir, serta berkah yang loyal dengan kebahagiaan lembut menghasilkan atmosfer yang istimewa serta misterius di mari. Selaku ciri hidmat pada Abu Ayuub al- ansary, banyak orang Istanbul pula mendatangi langgar ini pada acara- acara berarti dalam hidup mereka semacam perkawinan, kelahiran terkini, serta kepergian haji.<\/p>\n<h4>2. TEMBOK KONSTANTINOPEL (OLD CITY WALLS)<\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-1060\" src=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/kisah-penaklukan-konstantinopel-oleh-mehmed-ii-kota-yang-kini-bernama-istanbul-300x150.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/kisah-penaklukan-konstantinopel-oleh-mehmed-ii-kota-yang-kini-bernama-istanbul-300x150.jpg 300w, https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/kisah-penaklukan-konstantinopel-oleh-mehmed-ii-kota-yang-kini-bernama-istanbul.jpg 670w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Tembok Konstantinopel merupakan susunan tembok pertahanan yang mengitari kota Konstantinopel (dikala ini Istanbul, Turki) dari kota itu dibuat selaku bunda kota Imperium Romawi Timur. Tembok ini ialah salah satu sistem pertahanan yang sangat lingkungan di bumi.<\/p>\n<p>Tembok ini pada awal mulanya dibuat oleh Kaisar Konstantinus yang Agung buat mencegah kota dari serbuan bumi ataupun laut. Kaisar Theodosius II setelah itu memperluasnya pada era ke- 5 sebab kota lalu membengkak. Tembok Konstantinopel nyaris tidak bisa ditembus sepanjang era medio. Berkah tembok ini, Konstantinopel sudah diselamatkan dari serbuan bangsa Avar, Arab, Rus serta Bulgar. Berikutnya, kemajuan bedil pekatu sudah memperlemah sistem pertahanan ini. Hendak namun, teknologi bedil pekatu pada dikala itu sedang belum lumayan maju buat meregang Konstantinopel, alhasil tembok bisa diperbaiki sepanjang amunisi diisi balik. Pada kesimpulannya, tembok ini tidak sanggup menahan serbuan bangsa Turki pada bertepatan pada 29 Mei 1453 sehabis 6 pekan blokade.<\/p>\n<p>Sepanjang Utsmaniyah berdaulat, tembok ini senantiasa dipertahankan sampai beberapa dihancurkan pada era ke- 19 sebab batasan kota terus menjadi menyebar. Walaupun kurang dirawat, sebagian bagian tembok sedang berdiri sampai saat ini. Restorasi bernilai besar sudah dilancarkan dari tahun 1980- an, alhasil wisatawan bisa memandang kenampakan aslinya.<\/p>\n<h4>3. FATIH MOSQUE<\/h4>\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\">\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/FATIH-MOSQUE.jpg\" alt=\"Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah FATIH-MOSQUE.jpg\" width=\"375\" height=\"250\" \/><\/figure>\n\n\n\n\n<p>Masjid Fatih Istanbul (bahasa Turki : Fatih \u0130stanbul Camii) (bahasa Indonesia : masjid Kemenangan Istanbul) merupakan suatu masjid aset Kerajaan Utsmaniyah yang terletak di area Fevzi Pa\u015fa Caddesi, area Fatih, Provinsi Istanbul, Turki. Masjid ini awal mulanya dibentuk pada tahun 550 di web sisa Gereja Para Rasul Bersih, yang setelah itu diganti jadi masjid antara tahun 1463 sampai tahun 1470. Tetapi gedung ini cacat akut oleh guncangan alam yang terjalin pada tahun 1766 serta dibentuk balik pada tahun 1771 dengan konsep yang berlainan. Masjid ini dipanggil sehabis Baginda Mehmed II menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453.<\/p>\n<h4>4. Camlica Mosque<\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-1070\" src=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/CAMLICA-MOSQUE-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"325\" height=\"216\" srcset=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/CAMLICA-MOSQUE-300x200.jpg 300w, https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/CAMLICA-MOSQUE-768x512.jpg 768w, https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/CAMLICA-MOSQUE.jpg 910w\" sizes=\"auto, (max-width: 325px) 100vw, 325px\" \/><\/p>\n<p>\u00c7aml\u0131ca Camli) ataupun lebih diketahui dengan Masjid Raya \u00c7aml\u0131ca (Bahasa Turki : \u00c7aml\u0131ca Ulucamii) merupakan suatu lingkungan Masjid terbanyak yang terletak di area \u00dcsk\u00fcdar, Provinsi Istanbul, Turki. Lingkungan Masjid ini dibentuk pada tahun 2013 di atas Busut \u00c7aml\u0131ca, yang dibentuk dengan mencampurkan galeri seni, bibliotek, serta ruang rapat. Masjid ini ialah salah satu dari 2 Masjid yang mempunyai 6 minaret, 2 antara lain yakni Masjid Baginda Ahmed serta Masjid Sabanc\u0131 Merkez.<\/p>\n<p>Setelah itu Masjid ini ditetapkan dengan cara sah pada bertepatan pada 3 Mei 2019 oleh Kepala negara Turki dikala ini, Recep Tayyip Erdo\u011fan. Sebagian atasan bumi muncul pada seremoni tersebut tercantum Kepala negara Senegal, Macky Sall; Kepala negara Guinea, Alpha Cond\u00e9; Kepala negara Albania, Ilir Meta; Kesatu Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh; serta administratur asing yang lain.<\/p>\n<h4>5. Camlica Hill<\/h4>\n<p>\u00c7aml\u0131ca Tepesi nama lain Busut \u00c7aml\u0131ca Besar (bahasa Turki : B\u00fcy\u00fck \u00c7aml\u0131ca Tepesi) buat dibedakan dari Busut \u00c7aml\u0131ca Kecil (bahasa Turki : K\u00fc\u00e7\u00fck \u00c7aml\u0131ca Tepesi) yang terdapat di dekatnya, merupakan suatu busut di area \u00dcsk\u00fcdar, Istanbul, Turki. Terletak di bagian Asia dari kota itu dengan ketinggian 268 meter( 879 ft) di atas dataran laut, Busut \u00c7aml\u0131ca melayankan panorama alam bagus dari bagian selatan Bosphorus serta mulut Cula Kencana.<\/p>\n<p>Ngarai itu ialah atraksi wisatawan terkenal. Disitu, ada rumah- rumah teh yang didesain memiliki, kafe- kafe serta suatu restoran di dalam suatu halaman khalayak dengan pohon- pohon, taman- taman bunga serta air mancur monumental, yang dijalani oleh Munisipalitas Kota besar.<\/p>\n<h4>6. Leather Jacket<\/h4>\n<p>Tidak cuma memiliki gedung Bersejarah, Turki pula menawarkan berbelanja. Justru terdapat yang dikemas dalam bungkusan mode show. Tidak beda dengan pusat kerajinan kulit di Indonesia yang sediakan berbagai macam produk model semacam jaket kulit yang dapat dibeli oleh wisatawan, tetapi terdapat satu karakteristik di tempat ini. Kala tiba, wisatawan hendak dipersilahkan buat bersandar di sekitar catwalk. terdengar iringan nada serta mulailah satu per satu bentuk yang menawan berjalan di atas catwalk dengan menggunakan berbagai macam pakaian dari kulit yang dibuat tempat ini.<\/p>\n<h4>7. Hagia Sophia Mosque<\/h4>\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1263\" src=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/HAGIA-MOSQUE.jpg\" alt=\"\" width=\"369\" height=\"277\" \/>\n\n\n\n<p>Masjid Hagia Sophia (bahasa Yunani Kuno : \u1f09\u03b3\u03af\u03b1\u03a3\u03bf\u03c6\u03af\u03b1\u03a4\u03b6\u03b1\u03bc\u03af, translit. Hag\u00eda Soph\u00eda Tzam\u00ed; bahasa Latin: Sancta Sapientia Mosque; bahasa Turki: Ayasofya Camii), dengan cara sah bernama Masjid Raya Hagia Sophia (bahasa Turki: Ayasofya Ulucamii), merupakan suatu Masjid, serta asal usul penting aset Bizantium yang terletak di area Fatih, Provinsi Istanbul, Turki. Masjid ini awal mulanya dibentuk gereja Kolot Yunani yang berjalan dari tahun 360 sampai perlawanan Konstantinopel oleh Kerajaan Utsmaniyah pada tahun 1453. Setelah itu berfungdi sebagai Masjid hingga tahun 1935, kemudian berganti jadi museum sampai tahun 2020. Pada tahun 2020 sampai saat ini, bangunan ini kembali menjadi masjid.<\/p>\n<h4>8. Blue Mosque<\/h4>\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1260\" src=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/BLUE-MOSQUE-1.jpg\" alt=\"\" width=\"402\" height=\"268\" \/>\n\n\n\n<p>Masjid Sultan Ahmed (bahasa Turki : Sultan Ahmed Camii) ataupun yang lebih diketahui dengan Masjid Biru merupakan suatu Masjid memiliki aset Kerajaan Utsmaniyah yang terletak di area Fatih, Provinsi Istanbul, Turki. Masjid yang berperan, pula menarik banyak wisatawan darmawisata ini, dibentuk pada tahun 1609 serta berakhir pada tahun 1616 ataupun pada era rezim Sultan Ahmed I. Gedung Masjid ini melingkupi t\u00fcrbe bermuatan kuburan Ahmed I, perguruan, serta rumah pemeliharaan. Masjid ini berinterior ubin berwarna biru yang dilukis menggunakan tangan dan pada malam hari masjid ini terlihat warna biru saat lampu yang memancarkan di lima kubah masjid, enam minaret, dan delapan kubah pendukung dinyalakan.<\/p>\n<h3>BURSA<\/h3>\n<h4>1. Turkish Delight Shop<\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1075\" src=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/TURKISH-DELIGHT-SHOP-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/TURKISH-DELIGHT-SHOP-300x225.jpg 300w, https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/TURKISH-DELIGHT-SHOP-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/TURKISH-DELIGHT-SHOP-768x576.jpg 768w, https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/TURKISH-DELIGHT-SHOP-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/TURKISH-DELIGHT-SHOP.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Tak lengkap rasanya mengunjungi Turki bila tak ke Kota Bursa. Seperti halnya Istanbul, kota ini juga punya nilai sejarah yang tinggi. Pernah menjadi ibu kota Kesultanan Turki Utsmani. Persisnya di abad ke-14.<\/p>\n<p>Kota seluas sekitar 11.000 meter persegi inilah tujuan jamaah umrah plus Turki Rameyza Tour and Travel selepas menikmati keindahan Kota Istanbul. Seperti yang dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, perjalanan ke Bursa memakan waktu 3,5 jam dengan bus. Melewati Jembatan Bosporus.<\/p>\n<p>Tujuan utama jamaah umrah plus Turki Rameyza sejatinya adalah gunung Uludag. Melihat puncak gunung yang berselimut salju. Namun, sayang rasanya bila tak mampir dulu di pusat kota. Tentu saja untuk berbelanja buah tangan alias oleh-oleh.<\/p>\n<h4>2. Uludag Mountain<\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1076\" src=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ULUDAG-CABLE-CAR-300x199.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"199\" srcset=\"https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ULUDAG-CABLE-CAR-300x199.jpg 300w, https:\/\/guzelharikawisata.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ULUDAG-CABLE-CAR.jpg 542w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Gunung Uludag populer dengan salju abadinya, ketinggan gunung ini menggapai 2.543 m, ataupun setara 8.343 kaki di atas dataran laut. Pada masa dingin semacam saat ini salju hendak menutupi nyaris semua area pegunungan serta jadi tempat main ski untuk turis seluruh umur. turis wajib menaiki kereta gantung ataupun terkenal dengan Teleferik. Kereta gantung yang digerakkan dengan daya listrik ini dapat dinaiki sampai 6 orang.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DESTINASI WISATA &#8211; WISATA DI TURKI &amp; PUSAT PEMBELANJAAN OLEH &#8211; OLEH ISTANBUL 1. AYYUB AL ANSARI MOSQUE Eyup Sultan Eyup Baginda merupakan area lama di Istanbul, yang mengutip namanya dari anak didik Rasul Muhammad SAW, Abu Ayyub al- Ansari. Ia dipercayai sudah tewas dekat tahun 670 Meter sepanjang blokade Arab awal di Konstantinopel. Kuburan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1061,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-1057","page","type-page","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1057"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1517,"href":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1057\/revisions\/1517"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/guzelharikawisata.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}